Nias Utara – Harapan warga di tiga desa di Kabupaten Nias Utara untuk kembali menikmati akses transportasi yang aman kian mendekati kenyataan. Program Bakti TNI terus melanjutkan pembangunan jembatan gantung di Desa Mazingo, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Rabu (5/8/2026), setelah jembatan penghubung yang menghubungkan Desa Mazingo, Desa Ombolata Alasa, dan Desa Orahili rusak diterjang banjir bandang.
Jembatan gantung sepanjang 50 meter yang membentang di atas sungai selebar 22 meter itu dibangun untuk mengembalikan konektivitas ketiga desa sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Kehadirannya diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan akses pendidikan bagi para pelajar, serta mempercepat pelayanan kesehatan bagi warga. Pembangunan ini merupakan bagian dari Program Bakti TNI yang mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, sejalan dengan kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada tahap pekerjaan saat ini, personel di lapangan melaksanakan perakitan besi untuk pembuatan fondasi dan blok angkur sebagai bagian dari proses pembangunan jembatan. Pengerjaan dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan personel Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, Koramil 07/Alasa, tenaga tukang, dan masyarakat setempat guna mempercepat penyelesaian pembangunan.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi kehidupan warga. Menurutnya, Program Bakti TNI tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memulihkan akses yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil.
Pembangunan jembatan ini diharapkan segera memulihkan konektivitas antara Desa Mazingo, Desa Ombolata Alasa, dan Desa Orahili sehingga mobilitas masyarakat kembali lancar, aktivitas perekonomian meningkat, serta akses pendidikan dan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah.
Sumber: Pendam I/BB





