Menghubungkan Dua Tepian, TNI Wujudkan Harapan Warga Lewat Jembatan Gantung Sungai Menaula

oleh -6 Dilihat
oleh

Gunungsitoli – Program Bakti TNI untuk Rakyat yang diprakarsai Presiden RI Prabowo Subianto terus diwujudkan Kodam I/Bukit Barisan melalui pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu sasarannya adalah pembangunan Jembatan Gantung Sungai Menaula di Desa Onozitoli Tabaloho, Dusun I, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Kamis (6/8/2026).

Jembatan gantung sepanjang 42 meter tersebut dibangun untuk memperkuat akses antarwilayah dan mempermudah mobilitas masyarakat yang selama ini terkendala oleh keberadaan Sungai Menaula. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 42 persen.

Memasuki tahap berikutnya, personel TNI bersama masyarakat melaksanakan pelangsiran material ke tepi dekat dan tepi jauh, sekaligus melaksanakan pengecoran pondasi tiang angkur di tepi jauh. Pekerjaan tersebut dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan personel Yon TP 905/TS, Yon TP 906/SLG, Yonzipur I/DD, Babinsa Koramil 01/Gunungsitoli, para tukang, serta masyarakat setempat guna mempercepat penyelesaian pembangunan.

Di lapangan, proses pembangunan masih menghadapi sejumlah tantangan. Penggalian pondasi harus dilakukan secara manual karena banyak ditemukan batu berukuran besar di dalam tanah. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu turut memengaruhi ritme pekerjaan. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengedepankan faktor keamanan, kualitas konstruksi, serta semangat kebersamaan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Sungai Menaula merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah yang membutuhkan akses transportasi yang lebih baik. Menurutnya, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam setiap tahapan pembangunan, sehingga kehadiran jembatan ini nantinya diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik, memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sumber: Pendam I/BB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.