Langkat – Ibu dari mendiang Steven Arya Sitorus, Armina Dewi Siagian, resmi melaporkan kematian anaknya ke Polsek Padang Tualang, Polres Langkat, setelah merasa janggal atas kejadian yang menimpa putranya di Sungai Tangkahan. Laporan ini disampaikan melalui unggahan di media sosial Facebook yang menyebutkan kekhawatirannya terhadap penyebab kematian Steven.
Dalam postingannya, Armina Dewi Siagian menyampaikan permohonan agar dilakukan otopsi exhumasi guna mengetahui penyebab pasti meninggalnya Steven. Ia juga memohon agar pihak kepolisian, termasuk Kapolsek Padang Tualang, Kapolres Langkat, Kabid Propam Polda Sumut, dan Kapolda Sumut, dapat menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami memohon untuk dilakukan otopsi exsumasi untuk mengetahui apa penyebab kematian anak kami mendiang Steven Arya Sitorus, Kami berharap agar Bapak Kapolsek Padang tualang, Bapak Kapolres langkat, Kabid Propam Polda Sumut dan Bapak Kapolda Sumut, untuk menindak lanjuti laporan yang kami buat demikian Terimakasih,” tulis Armina Dewi Siagian, Rabu (10/06).
Menurut keterangan keluarga, korban bersama sejumlah rekannya mandi dan berenang di objek wisata Sungai Tangkahan siang hari. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, rekan-rekannya baru menyadari bahwa Steven tidak kembali dari sungai ketika mereka berkumpul di penginapan Green Forest.

Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pengelola wisata, dan proses pencarian segera dilakukan. Artinya ada jeda 6 Jam kurang lebih keberadaan mendiang Steven Arya Sitorus baru dilaporkan hilang.
Jasad Steven ditemukan pada Senin (1/6/2026), setelah pencarian selama kurang lebih satu hari dengan kondisi jasad korban dalam posisi telungkup di aliran Sungai Tangkahan, tepatnya di kawasan yang dikenal sebagai Pulau 7.
Keluarga korban mengungkapkan keprihatinan setelah melihat kondisi jasad Steven yang ditemukan. Berdasarkan foto yang diperoleh keluarga, terdapat beberapa bekas luka benda tumpul di tubuh mendiang, yang diduga merupakan kekerasan sebelum meninggal dunia.
Keterangan dari teman-teman korban juga menyebutkan bahwa mereka bersama Steven ke sungai pada siang hari, namun anehnya, baru sekitar pukul 18.00 WIB mereka melaporkan kejadian tersebut ke pengelola wisata.
Jeda waktu sekitar enam jam antara kejadian dan pelaporan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait penyebab kematian Steven. Oleh karena itu, keluarga meminta dilakukan otopsi exhumasi demi mendapatkan fakta yang sebenarnya.







