Gelombang Boikot Massal Produk Cap Orang Tua (OT) Menggema Usai Viral Video Kronologi Pelecehan Ayat Al-Qur’an di Stan Newport

oleh -10 Dilihat
oleh

JAKARTA – Seruan untuk memboikot seluruh produk dari pabrikan Cap Orang Tua (OT) Group bergema luas di berbagai platform media sosial seperti X (Twitter), TikTok, dan Instagram. Aksi boikot massal ini dipicu oleh kemarahan netizen setelah mencermati detail kronologi video tantangan (challenge) hafalan ayat suci Al-Qur’an berhadiah minuman keras (miras) Newport dalam festival musik The Sounds Project.

Hingga Selasa (11/8/2026), tagar #BoikotNewport dan #BoikotOrangTua menjadi tren teratas di Indonesia. Publik menilai permintaan maaf dari manajemen tidak cukup untuk menghapus kecerobohan yang dinilai telah menodai kesucian agama.

Detail Kronologi Rekaman Video yang Viral
Berdasarkan hasil pantauan dan analisis terhadap rekaman video berdurasi 45 detik yang tersebar luas, peristiwa bermula di area pameran ruangan (indoor booth) merek Newport. Suasana stan saat itu tampak dipadati oleh pengunjung remaja dengan dentuman musik yang keras.

Kronologi kejadian di dalam video memperlihatkan tahapan berikut:

Ajakan Pembawa Acara: Seorang MC pria di atas panggung stan memegang mikrofon dan menantang pengunjung untuk melakukan aksi tidak biasa demi mendapatkan produk minuman gratis.

Pengunjung Wanita Maju: Seorang pengunjung wanita berpakaian kasual maju mendekati panggung dan menerima mikrofon.

Pelafalan Ayat Suci: Di tengah riuhnya suasana festival musik, wanita tersebut mulai melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, yaitu Surat Ad-Duha, dengan pengeras suara stan.

Respons Penyelenggara: Bukannya menghentikan aksi tersebut, sejumlah staf berkaus Newport di dalam stan justru bersorak, bertepuk tangan, dan tertawa menyemangati.
Penyerahan Hadiah Miras:

Di akhir video, setelah hafalan selesai, pihak stan langsung menyerahkan hadiah berupa produk minuman beralkohol Newport kepada wanita tersebut yang disambut sorak-sorai pengunjung sekitar.

Netizen Bongkar Kejanggalan Dalih “Spontanitas”
Pernyataan sepihak dari manajemen Newport yang berdalih bahwa insiden tersebut merupakan “aksi spontanitas pengunjung yang merebut mikrofon” langsung dipatahkan oleh netizen.

Para pengguna media sosial beramai-ramai mengunggah bukti tangkapan layar dan potongan video dari sudut pandang (angle) lain yang memperlihatkan adanya interaksi terencana antara MC dan peserta.

Netizen menyoroti bahwa mikrofon dipegang secara sadar oleh kru dan hadiah sudah disiapkan di atas meja konter sebelum hafalan selesai. Hal ini memicu kesimpulan publik bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari skenario promosi terselubung untuk menarik perhatian pengunjung.

Dampak Ekonomi dan Seruan Boikot Meluas
Akibat sentimen negatif yang tidak terbendung, gerakan boikot kini tidak hanya menyasar merek Newport, melainkan meluas ke lini produk konsumen (consumer goods) harian lainnya yang diproduksi oleh induk perusahaan yang sama.

Sejumlah komunitas pemuda Islam dan netizen menyerukan aksi pengosongan produk-produk terafiliasi dari rak-rak toko ritel sebagai bentuk sanksi sosial.

Meskipun akun media sosial resmi Newport telah menutup kolom komentar dan menghapus materi promosi terkait festival tersebut, netizen terus membagikan ulang video rekaman tersebut guna mengawal proses hukum yang saat ini sudah resmi berjalan di Polda Metro Jaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.