Medan – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap situasi darurat, Bank BRI Branch Office Medan Gatot Subroto menyelenggarakan simulasi bencana banjir kamis (16/04/2026) Kemarin. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan sebagai bagian dari pelatihan menghadapi bencana banjir dan penanganan bencana alam.
Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Branch Office Medan Gatot Subroto, Ricky Elfianda menjelaskan, kegiatan tersebut akan terus rutin dilakukan dengan menggandeng petugas BPBD Provinsi Sumatera Utara. Tujuannya agar seluruh pegawai di jajarannya, baik di kantor cabang maupun kantor unit mampu menangani bencana banjir jika sewaktu-waktu terjadi di lingkungan kantor.
“Melalui simulasi ini, kami berharap seluruh karyawan dapat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat, dan mampu mengutamakan keselamatan diri maupun rekan kerja,” kata Ricky Elfianda, seperti diterima senin (20/04/2026) sore.
Dikatakan Ricky Elfianda, petugas BPBD Provinsi Sumatera Utara memberi simulasi penanganan bencana banjir kepada para pegawai Bank Rakyat Indonesia BRI Branch Office Medan Gatot Subroto. Kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman dan pengetahuan yang berharga untuk membantu persiapan menghadapi potensi kejadian bencana banjir.
“Melalui praktik langsung, peserta diajarkan tentang penyelamatan asset kantor, teknik evakuasi, serta strategi untuk tetap tenang dan terorganisir selama proses penanganan bencana banjir,”ujaranya
Selaku Pemimpin Cabang BRI Branch Office Medan Gatot Subroto, Ricky Elfianda berharap, dengan pelaksanaan sosialisai ini yang melibatkan BPBD Provinsi Sumatera Utara, BRI Branch Office Medan Gatot Subroto menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan karyawan dan nasabah. Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan, tidak hanya meningkatkan kemampuan pribadi setiap individu dalam penanganan bencana tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab sosial.
“Ke depan, diharapkan BRI dapat terus berinovasi dalam meningkatkan program-program respons bencana, menciptakan rangkaian kegiatan yang tidak hanya terbatas pada bencana banjir, tetapi juga melibatkan bencana lain sebagai bagian dari manajemen kontinuitas bisnis,” tutupnya.





