Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan melaksanakan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah Steven Arya Sitorus alias Ariyya Sitorus di Desa Patane IV, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba, Minggu (14/6/2026). Tindakan tersebut dilakukan atas permintaan keluarga guna memastikan penyebab pasti kematian korban yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Tangkahan, Kabupaten Langkat.
Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr. Surjit Singh, Sp.F., DFM, didampingi Ahli Forensik Juwita Panjaitan, mengatakan proses ekshumasi dilakukan untuk mengungkap fakta ilmiah yang sebenarnya terkait kematian korban. Menurutnya, tim forensik bekerja secara profesional, objektif, dan independen tanpa dipengaruhi pihak mana pun.
Dalam proses autopsi, tim forensik mengambil sampel PA5 yang meliputi jaringan organ vital, cairan tubuh, sampel histopatologi, serta sampel toksikologi. Seluruh sampel tersebut akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium forensik guna mengetahui penyebab kematian, mendeteksi kemungkinan adanya unsur kekerasan, serta memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai waktu kematian korban.
“Tujuan utama pemeriksaan ini adalah mengungkap kebenaran berdasarkan bukti ilmiah. Semua temuan akan dianalisis secara objektif dan hasilnya akan disampaikan sesuai fakta yang ditemukan,” ujar dr. Surjit Singh. Ia menegaskan seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional prosedur kedokteran forensik dengan dokumentasi lengkap serta pengawasan dari pihak terkait.
Pada kesempatan tersebut, dr. Surjit Singh dan tim forensik turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Steven Arya Sitorus. “Kami turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Kami akan bekerja secara profesional dan independen untuk membantu mengungkap fakta yang sebenarnya,” katanya.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menjelaskan penyebab kematian Ariyya Sitorus secara ilmiah. Keluarga berharap proses ekshumasi dan autopsi yang dilakukan secara transparan dan independen tersebut dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian serta menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini muncul terkait peristiwa tersebut.





