Ekshumasi Jenazah Steven Arya Sitorus Digelar di Toba, Tim Forensik Ambil Sampel PA5 untuk Ungkap Penyebab Kematian

oleh -3 Dilihat
oleh

Toba – Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan melaksanakan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah Steven Arya Sitorus alias Ariyya Sitorus di Kabupaten Toba, Porsea Sumatera Utara, Minggu (14/6/2026). Proses tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di Sungai Tangkahan, Kabupaten Langkat.

Kegiatan ekshumasi dilakukan atas permintaan keluarga korban, khususnya ibu korban, Armina Dewi Siagian, yang menilai terdapat sejumlah kejanggalan terkait kematian putranya. Proses tersebut turut didampingi personel Polsek Padang Tualang, Polres Langkat, Polres Toba, Polsek Porsea, Babinsa Kodim 0210/Tapanuli Utara, serta Kepala Desa setempat.

Sebelumnya, Armina Dewi Siagian telah membuat laporan ke Polsek Padang Tualang karena meragukan penyebab kematian Steven. Korban diketahui ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Pulau 7, Sungai Tangkahan, pada 1 Juni 2026.

Berdasarkan keterangan keluarga, Steven saat itu tengah berwisata bersama sejumlah rekannya dan berenang di objek wisata Sungai Tangkahan. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, rekan-rekannya baru menyadari korban tidak kembali. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan dari pihak keluarga karena terdapat jeda waktu cukup lama sebelum pencarian dilakukan.

Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah melihat adanya sejumlah luka pada tubuh korban yang diduga akibat benturan benda tumpul. Mereka menilai perlu dilakukan pemeriksaan forensik mendalam guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr. Surjit Singh, Sp.F., DFM, didampingi ahli forensik Juwita Panjaitan, menjelaskan bahwa selama proses autopsi tim telah mengambil sampel PA5 untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan.

“Sampel yang diambil meliputi jaringan organ vital seperti hati, paru-paru, ginjal, jantung, dan otak. Selain itu juga diambil sampel cairan tubuh berupa darah, urine, vitreous humor, isi lambung, sampel histopatologi, serta sampel toksikologi untuk mendeteksi kemungkinan adanya zat kimia maupun racun,” ujar dr. Surjit Singh.

Ia menambahkan, seluruh proses pengambilan sampel dilakukan secara steril dan terdokumentasi dengan baik di hadapan penyidik, perwakilan keluarga, serta saksi yang terlibat dalam proses pemeriksaan.

Menurutnya, sampel PA5 tersebut akan dikirim ke laboratorium forensik Universitas Sumatera Utara (USU) guna dilakukan analisis lebih lanjut. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian korban, apakah disebabkan oleh kecelakaan tenggelam, adanya unsur kekerasan, maupun faktor lain yang berkaitan dengan waktu kematian.

“Seluruh proses dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur kedokteran forensik Polri dan dilakukan secara transparan serta independen,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang, Ipda Juanda, belum memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan penanganan kasus berada pada kewenangan pihak terkait.

Kasus kematian Steven Arya Sitorus menjadi perhatian publik, khususnya di Kabupaten Langkat dan sekitarnya. Selain menyangkut dugaan penyebab kematian korban, peristiwa ini juga memunculkan sorotan terhadap aspek keselamatan pengunjung di kawasan wisata Sungai Tangkahan.

Pihak RS Bhayangkara Tingkat II Medan menyatakan hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium akan disampaikan secara resmi kepada penyidik dan keluarga setelah seluruh tahapan analisis selesai dilakukan.

Mewakili keluarga, Armina Dewi Siagian berharap proses hukum dan penyelidikan dapat berjalan secara terbuka serta mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Melalui proses ekshumasi ini, kami ingin mengetahui kebenaran penyebab sebenarnya meninggalnya anak kami, Ariyya Steven Sitorus,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.